Sabtu, 09 Januari 2016

Pendidikan dan Karakter Bangsa


Pendidikan dan Karakter Bangsa

Oleh : Fayakun Muchlis

(Mahasiswa Program Pasca Sarjana Pendidikan Fisika UAD)

Indonesia merupakan negara kepulauan. Negara kepulauan memiliki wilayah yang dipisahkan oleh garis pantai. Setiap pulau membentuk karakter masyarakat tersendiri. Karakter masyarakat memiliki andil yang besar dalam menopang kemajuan suatu negara. Jika mental atau karakter masyarakat sudah hancur maka bisa jadi negara tersebut juga mengalami nasib yang sama. Namun, jika karakter masyarakat bagus maka bisa jadi negara mampu mewujudkan cita-cita bangsa. Cita-cita untuk mencerdasakan kehidupan bangsa dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Karakter dapat dibentuk melalui suatu proses pendidikan.

Pendidikan merupakan bagian fundamental dalam membentuk karakter individu. Karena begitu penting arti pendidikan, founding father NKRI telah merumuskannya dalam UUD 1945 Pasal 31. Pelaksanaan pendidikan seharusnya secara menyeluruh dan mendalam sehingga cita-cita bangsa dapat tercapai dalam mewujudkan kecerdasan bangsa. Setiap individu yang terlahir di tanah air Indonesia wajib dan berhak mendapatkan pendidikan yang sama.

Adanya batas pemisah antar pulau sepertinya menjadi “dalang” berbedanya pendidikan yang diperoleh setiap individu. Individu yang tinggal di kota dan perdalaman memperoleh pendidikan yang berbeda. Berbeda dari segi fasilitas dan kualitas pendidik. Sekolah perdalaman menerapkan satu guru untuk menangani 2 sampai 3 kelas, sementara di kota satu guru hanya fokus pada satu matapelajaran. Perbedaan ini kian hari semakin berkurang.

Pemerintah mengupayakan perbaikan disetiap sendi pendidikan. Kementrian pendidikan baik menengah maupun tinggi telah mengeluarkan kebijakan dan program-program pendukung guna memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Program sertifikasi jabatan guru merupakan angin segar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas guru itu sendiri. Guru yang berkualitas diharapkan mampu menjadikan siswa berkualitas pula. Penyamaan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia merupakan inti dari program SM3T. SM3T merupakan program yang diperuntukan bagi sarjana (freshgruated) untuk mengajar dan mengabdi selama satu tahun. Para sarjana dikirim ke seluruh wilayah Indonesia yang memenuhi kategori terdepan, tertinggal, dan terdalam. Program ini muncul sebagai imbas suksesnya gerakan sosial Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies Baswedan. Pemerintah mengupayakan program ini guna mendapatkan pendidik yang berkompeten.

Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada empat kompetensi bidang yang harus dimiliki oleh pendidik. Empat kompetensi itu adalah kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam menyiapkan administrasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian mencerminkan sikap dan sifat guru tersebut dalam mengahdapi masalah selama proses pembelajaran maupun di luar itu. Kompetensi profesional terkait dengan kemampuan guru dalam memahami materi secara komprehensif dan menyampaikannya dengan baik. Sementara kompetensi sosial meliputi kemampuan guru dalam berkomunikasi baik dengan siswa , sesama guru, maupun dengan masyarakat. Pendidik dengan empat kompetensi ini diharapkan mampu mengarahkan siswa sesuai dengan bidang minatnya.

Perubahan kurikulum dari KTSP ke Kurtilas secara mendadak mendapatkan respon yang beragam. Kurikulum memiliki arti yang penting dalam menerapkan sistem pendidikan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan memiliki arti untuk mengubah pendidikan yang sentralistik menjadi desentralistik. Setiap satuan pendidikan diharapkan mampu mengembangkan kurikulum berdasarkan kebutuhan dan kearifan lokal sekolah tersebut. Namun pada realisasinya tidak diterapkan sebagaimanamestinya. Kementrian pendidikan mencoba mencari solusi yang konstruktif terkait kurikulum ini. Kemunculan Kurikulum 2013 pada dasarnya untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran bermakna dapat dilakukan dengan pendekatan saintifik sehingga siswa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Siswa memikul tanggungjawab yang begitu besar. Setiap individu terlahir dengan kecerdasan yang dimiliki. Sekolah diharapkan mampu mengarahkan dan mengembangkan potensi sesuai dengan kecerdasan siswa. Meskipun fasilitas sarana dan prasarana memadai, para pendidik yang kompeten telah ada, tapi realisasinya siswa tidak tahu harus kemana. Siswa menjadi tak terarah karena beban pelajaran yang begitu banyak dan waktu jam pelajaran yang terlalu panjang. Siswa diharuskan menyelesaikan begitu banyak mata pelajaran dengan hasil yang memuaskan. Potensi siswa menjadi kurang terarah.

Kurikulum perlu berubah guna memfasilitasi perkembangan potensi siswa. Kurikulum 2013 memiliki tujuan kearah pengembangan potensi siswa melalui pendekatan saintifik dan pembelajaran bermakna. Perubahan secara teknis dengan menggolongkan siswa baru menjadi dua jurusan. Jurusan dengan peminatan ipa (MIA) dan jurusan peminatan sosial (MIS). Adanya penjurusan sejak awal bertujuan mengarahkan siswa pada pengembangan potensi yang dimiliki. Penjurusan memiliki prosedur yang jelas dengan melihat nilai kelulusan dan tes potensi akademik siswa. Pengembangan dan perbaikan secara terus menerus pada kurikulum ini diharapkan mampu mengarahkan siswa sesuai dengan kecerdasan dan potensi yang dimiliki.

Kecerdasan individu mengarahkan pada pembentukan karakter. Individu yang berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki akan menimbulkan kepercayaan diri bahwa individu itu mampu bersaing. Karakter bersaing positif memunculkan ide-ide kreatif progresif dan konstruktif untuk kemajuan bangsa. Karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi akan mampu merevolusi setiap sendi kehidupan bangsa menuju kesejahteraan sosial. Sehingga cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum dapat tercapai.

Negeri Gingseng dan Negeri Seribu Pulau


Permasalahan pendidikan di Negeri Gingseng menimbulkan berbagai peluang dan ancaman tersendiri bagi Indonesia. Sebagaimana dewasa ini, arus informasi begitu cepat diterima oleh netizen meskipun lokasi terpaut begitu jauh. Seperti halnya, rendahnya angka partisipasi pemuda Korea dalam meneruskan jenjang pendidikan magister dan doktoral. Pemerintah Indonesia melalui duta besar di Korea telah melakukan Mou dengan Presiden Korea dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat menjadi peluang bagus bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beasiswa baik magister maupun doktoral di Negeri Gingseng. Data menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia dalam kurun waktu 2004 yang hanya 70 mahasiswa hingga 2014 sudah mencapai 1200 mahasiswa (web KBRI Korea, 2014). Fasilitas kampus yang begitu hebat dapat menunjang mahasiswa Indonesia guna mencapai kemampuan terbaik dalam setiap bidang yang diminati. Namun, dibalik peluang pendidikan yang begitu bagus tersebut, para pemuda pemudi Indonesia sedang kehilangan identitas diri. Teknologi yang begitu canggih memudahkan tukar menukar informasi, gaya hidup pemuda-pemudi Korea telah menjadi kiblat life style kehidupan generasi muda Indonesia. Hilangnya filter dari pemerintah, masyarakat, ataupun orangtua menjadikan budaya asing ini semakin merajalela. Generasi muda sekarang lebih bangga dan enjoy dengan gaya-gaya mirip artis Korea mulai dari bahasa, perilaku, sampai penampilan diri. Entitas sebagai warga Indonesia yang memiliki adat “ketimuran” sudah mulai ditinggalkan. Tata krama dan sopan santun tidak lagi menjadi hal penting yang perlu dibudayakan. Semua pemangku kebijakan harus segera bertindak membuat filter yang jelas, memberikan batasan-batasan penayangan film asing, dan pendidikan Pancasila perlu kembali digalakan. Dengan demikian, diharapkan dua atau tiga generasi selanjutnya masih mengenal tentang entitas unik warga Indonesia yaitu budaya “ketimuran”nya.

Latihan Pra UAS Fisika Komputasi

Latihan Fisika Komputasi pra UAS filenya dapat diunduh dilink berikut :

1. File I

2. File II


Terimakasih telah berkunjung ke blog ini, :)

Kamis, 20 Agustus 2015

Antara Profesionalitas dan Idealisme Seorang Guru.


Matahari masih tenggelam dalam mendungnya awan. Meski sinarnya telah tampak menembus celah celah awan menghujam bumi. Angin semilir pagi menemani langkah seorang pemuda membangunkan kedua kelopak matanya. Hari ini terasa istimewa dengan dimulainya aktivitas baru. Iya, sebuah aktivitas baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya.
Pagi ini, pemuda itu akan memulai profesi barunya sebagai seorang Guru, J . sebuah perjalanan panjang sebelum akhirnya pemuda itu memutuskan terjun bebas dari dunia yang ia tekuni. Penantian satu tahun setelah seremonial di Gedung Putih Oranye mengakhiri masa masa kuliahnya. Pemuda itu butuh satu tahun lamanya untuk menjadi profesi yang “boleh dikata” sesuai dengan background gelar sarjananya. Meski sejatinya apapun “pekerjaan” yang ditekuni semuanya baik dan patut saja untuk dilakukan.
Perkenalan di akhir Apel pagi itu menjadi pembuka gerbang baru sebagai seorang Guru. Guru, siapa itu? Guru adalah seorang pendidik yang ada di kalangan lembaga pendidikan baik itu formal atau non-formal. Pendidik yang bertugas tidak hanya mengajar (transfer knowledge) tapi juga mendidik mengayomi mendampingi siswa-siswa nya. Jika dilihat dari tugasnya bukan hal mudah bukan? Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Karena pengalaman mengajarkan banyak hal apa yang harus dilakukan.
Iklim di lembaga pendidikan (sekolah) tentunya beda sangat dengan iklim kerja kantor kontraktor bank atau BUMN/S lainnya. Meski pada dasarnya harus sama sama memiliki etos kerja yang tinggi. Guru yang harus menyiapkan segala perangkat admnistrasi juga harus menyiapkan materi ajar. Eh, kok jadi melenceng ya? :D si Pemuda tadi malah dilupain bagaimana kisah kerja nya wkwwkwk :D.
Nah, ternyata dia (baca : pemuda) tak perlu membuat adimistrasi guru yang beribet ribet, :D hanya bertugas untuk mengajar. Enak toh, tapi bentar dulu lihat lah beban kerja yang harus Ia jalani. Beban kerja 28 jam pelajaran harus diselesaikan selama satu pekan (baca: senin-kamis). Kapasitas sebagai lulusan baru minim pengalaman ngajar di sekolah dan statusnya sebagai guru “baru” membuatnya bimbang tapi tak bisa mundur. Tanggungjawab ! .
Pengalaman belajar selama kuliah empat tahun sebenarnya cukup untuk mengajarkan materi kepada para siswa. Teori-teori pendidikan cara mengajar  selama kuliah rasanya cocok untuk diaplikasikan. Idealisme lulusan baru tampaknya jelas terlihat jelas. Tapi tapi tapi, lihatlah guru yang lain, ah rasanya tidak logis jika cara mengajar guru lain jadi alasan untuk tak berinovasi dalam pembelajaran. Tapi tapi tapi lihatlah mata pelajaran apa yang diamanahkan ke pemuda itu, Matematika mas, mba. Dengan beban kerja 28 jam pelajaran, dan lihatlah materi yang harus disampaikan (buanyyyaaaak pake banget) dan jadi galau lagi karena beberapa kelas hanya 2 jam pelajaran per pekan. Jadi jadi jadi apa yang harus dipilih siswa paham atau mengedapankan inovasi pembelajaran tanpa tahu apakah siswa itu akan paham atau tidak.
Pemuda itu pun memulai dunia barunya dengan bereksperimen guna melihat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bagaimana kemampuan siswanya dan lingkungan kerja , beradaptasilah terlebih dahulu sebelum memasuki setiap celah di lingkungan kerja yang baru. Now, (baca:sekarang), telah 3 pekan pemuda telah menghabiskan waktunya guna mengajar. Kenapa pake kata “mengajar” karena kata “mendidik” belum pantas dicantumkan. Dan lihatlah, akhirnya pemuda itu realistis dengan keadaan yang ada, grade  yang terlalu tinggi mulai ia turunkan, inovasi pembelajaran sebuah teori selama kuliah cukup lah diganti dengan metode Ceramah-Interaktif yang penting siswa paham (dengan susah payah). Yes, inilah dunia kerja kawan, kadang idelisme harus diturunkan sedikit dan membangunnya sedikit demi sedikit jika kau telah tahu situasi dan keadaan dimana kau berada.
Manusia adalah makhluk biasa, tidak perlu munafik bahwa hidup itu juga butuh yang namanya “uang”. Beban kerja yang begitu banyak menuntut pemuda itu untuk selalu mengajar optimal setiap masuk kelas, mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya dalam mengajar. Bagi penulis itulah yang namanya profesionalitas, tapi sampai kapan profesionalan akan bertahan, mengapa demikian? Karena profesionlitas akan terhadang sama tembok besar bernama “income” yang kau peroleh. Bagaimana bisa? Lihatlah banyak guru di sekolah negeri maupun swasta yang berstatus GTT (guru tidak tetap) menyabang-nyabang ke sekolah lain demi kecukupan hidupnya. Profesionalitas bagi saya adalah bagian fokus pada satu hal memperbaiki dan terus memperbaiki keadaan yang ada. Tidak perlu munafik pula, karena itulah hal yang lumrah di negara kita ini, guru saling menyabang ke satu sekolah dengan sekolah lain, itu baik.
Lalu bagaimana Profesionalitas dan Idealisme bertahan ditengah hiruk pikuk dunia kerja yang begitu gitu nya, sampai Kapan kau menjaga Idealisme dan profesionlitas itu kawan, . Jawab lah sampai kapan pun kita akan bertahan dengan idealisme dan sifat profesionalan memberikan yang terbaik bagi para siswa siswi kita generasi terbaik bangsa. Guru itu digugu dan ditiru, siapapun kau entah dosen, doktor, guru besar, professor , bagi saya kalian tetaplah sama seorang GURU.
Dan untuk kawan-kawan guru, kalimat penutup dari artikel ini : Jadilah sahabat dan orangtua yang baik bagi siswa siswi kita.  

Selasa, 30 Juni 2015

Gunung Sindoro (LatePost) :D

selamat selamat selamat para bloger semua, akhirnya jumpa lagi dengan saya toh, hahaha . setelah sekian lama ini blog udah kayak sarang Laba laba, lama banget gak nulis lagi, Nah mumpung lagi mood nulis deh, selamat membaca para pembaca yang budiman


Ngetrip kali ini aku bersama teman-teman yang tidak biasa nya, heehe J  . Kenalin selain aku sendiri fayakun, temen-temen yang ikut kali ini ada Irfan , Jody, sama temennya temenku (aq lali namanya) L . nah tujuan ngetrip kali ini kami memutuskan mendaki Gunung Sindoro. Gunung Sindoro ini teman2 ada di Temanggung Jawa Tengah. Nah kami berangkat dari Kota Istimewa nih, Yogyakarta pada tanggal kalau gak salah nih ya J hehe 27 sama 28 April 2015 kemarin. Atau sekitar 1,5 minggu sebelum peristiwa hilangnya mahasiswa UIN asal Klaten di Sindoro itu L.
Kami berempat ni naik sepeda motor dalam perjalanan menuju Base Camp Sindoro, kami start dari Poliklinik UIN Suka menelusuri jalanan Yogyakarta menuju Magelang Secang Parakan dan akhirnya sampai di Temanggung (jalan menuju Wonosobo), nama Base Camp nya lupa lagi sama nama desanya L pokoknya itu deket sama Base Camp Sumbing J. Kami berangkat sekitar jam 2 siang dan sampe base camp nih sekitar jam 17.10, (lama kali ya hehe maklum sempat istirahat di POM ) hehe . nah setelah check in di base camp bayar dsb kami mampir masjid dulu yang ada di belakang Base Camp persis. Itu foto nya J .
Nah setelah sholat maghrib kami berempat segera bersiap2 mendaki, seperti biasa sebelum perjalanan dimulai kami berdoa dulu, hihihi J. Perjalanan kami ditemani sama rintikan hujan gerimis yang turun malu-malu (eaaaaaa) . nah bagi temen2 disini juga ada fasilitas ojeg yang bisa nganterin dari Base Camp sampai Pos 1, nah kami sih milih jalan kaki, biar lebih greget gitu J. Setelah smpai pos 1 hujan semakin menjadi, mantel pun dipake alat2 elektronik dimatikan (bahaya kalau ada petir) dan senter disiapkan, maklum kami ndakinya malam hari. Target kami adalah jam 12 malam harus sudah istirahat (buat tenda) sampe pos berapa pun, hehe J. Dan eng ing eng, apa yang terjadi sampe jam 11.45 malam kami sudah diatas pos 3, tak ada lahan buat tenda, pos 3 penuh ramai banget padahal bukan weekend L. Pantesan di base camp berjejer parkir motor uakeh banget L. Dan kami pun terus naik ke atas sampai bisa menemukan lahan buat tenda. Kondisi lelah ngantuk ditambah udara sudah dingin banget nih, ya akhirnya ada lahan yang sebetulnya gak cocok buat tenda tapi darurat lah ya (sebetulnya ini keputusan sepihak aku sih L maaf yo teman2) J. Kami sempatkan buat mie rebus sebelum tidur. zzzzZZZZZzzzzzzzzz
Dan paginya bangun, rencana semalam buat bangun pagi2 dan terus ke puncak Gak Jadi , hehe J lah gimana lagi bangunnya aja jam 5an lebih, dan Kami pun hanya bisa lihat Sunrise dari balik Sumbing,



Kami memtuskan untuk bersiap2 dan sarapan kami nanti saja di Batu Tatah. Dan apa daya karena tidak ingin memaksakan akhirnya saya dan rekanku cukup sampai posisi dibawah Batu Tatah, sementara dua temen yang lainnya meneruskan sampai batu Tatah. Dan kesepakatannya nih aku sama rekanku lah yang masak buat sarapan, haha J. Selama menungggu 2 rekan kami kembali itu memang kabut tebal sering kali menghampiri kami, dan posisi penglihatan hnya bisa 1 meter saja, maka temen2 jika ada kondisi seperti ini kabut tebal turun dan jarak pandang terbatas lebih baik cari tempat istirahat dulu, dan Jangan meninggalkan rombongan. J . setelah rekan kami turun akhirnya kami bisa sarapan dan berkemas2 truuuun ke Base Camp. Mendaki kami ditemani rintikan hujan maka kali ini turun pun kami ditemani hujan pula lebih deras lagi, ya gitu lah kalau di Gunung cuaca gak menentu. Yang penting tetap safety ya, (sandalku talinya lepas satu) ya akhirnya gitu deh jalannya. Kami sampai base camp sore sekitar jam 15.30 loh trunnya lebih cepet daripada naiknya ( Ya iya lah kan dibantu sama gaya gravitasi eaaaaaa fisikane metu J ). Nah satu catatan lagi temen2 nih yang mau ndaki, kami lihat di pos 3 Sindoro itu sampah nya bnyak banget berserakan sembarangan, tetep jaga kebersihan ya paling nggak bawa sampah sendiri sampe trun ke bawah. Kasian kan alam ini , bagus bagus kok dirusak sama oknum2 yang gak tanggungjawab gitu, tapi ya Kami gak bisa berbuat banyak hanya bisa mengambil sampah yang bisa kami ambil. Lain kali sepertinya perlu ada bersih gunung deh hehe J.




Nah itu saja temen2 kisah kami berempat mendaki gunung Sindoro, meskipun perjalanan melelahkan kita akan tetap terlihat senang dan tersenyum manis serta takjub melihat akan keindahan ciptaan Tuhan . dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke kota Istimewa Yogyakarta , start jam 5 sore sampe jogja jam 8 malam (sempet mampir makan , nyasar juga , hahaha lagi2 aku slah nunjukin jalan L ). Coba cepet banget kan itu karena temenku yang di depan nyetir motornya super cepet , hadeh Alhamdulillah sampai Jogja dengan Selamat. :)  .

Minggu, 16 November 2014

Sumbing "Saksi Bisu Akhir Study"

Sabtu 24 Mei 2014 . siang itu kami sudah bergegas untuk berdatangan di lapangan Poliklinik UIn Suka. menyiapkan peralatan logistik kebutuhan semua yang dibutuhkan untuk perjalanan panjang kami. perjalanan panjang yang akan membuat kami merasakan keindahan alam ciptaan Allah. Kami ber delapan berangkat menuju lokasi basecamp titik awal untuk berjalan kaki. Malam yang begitu dingin menembus jaket tebal yang dikenakan. dinginnya begitu terasa ketika hanya berdiri terdiam maupun duduk terperana. perjalanan begitu hangat ketika kami mulai menanjak naik tangga demi tangga batu demi batu dan gumpalan tanah berjenjang. Minggu 25 Mei 2014 , pagi yang begitu dingin membuat mata ini kian berat untuk terangkat. Mentari sudah menampakan wujudnya, cahayanya menembus lapisan atmosfer menujam ke seluruh permukaan bumi. termasuk tenda kami. panas sumuk langsung terungkap, mau tak mau pun keluar . sejuknya udara pagi oksigen mengalir deras terhirup oleh sistem pernapasan. sejuk dan damai sekali. sedikit menghilang dari perkotaan untuk menikmati segarnya oksigen pagi ini. saya hanya berjaga di tenda sedang teman teman yang lain berjalan lagi untuk ke puncak. rasanya aneh naik gunung kok sampe puncak tapi kata temenku puncak tertinggi yang didaki masing masing orang berbeda dan saya anggap tenda itu adalah puncak tertinggiku ,, hehe
bukan tanpa alasan tidak sampe ke puncak karena raga ini mesti tetap fit untuk menghadapi hal yang lebih menegangkan lagi. senin 26 Mei 2014 pagi itu bergegas bangun menyiapkan sarapan pagi masak masak dan makan pastinya dan kemudian turun kembali ke basecamp. turun lebih berat daripada naik butuh tenaga ekstra ketika turun menuruni jalan bertanah ditambah berbatu dan licin lagi. ekstra hati hati. siang kami sudah sampe ke basecamp. setelah membersihkan badan rehat sejenak kami pun bergegas berpindah tempat. ya tidak langsung pulang , kami bersilaturahim ke Indah ya teman mendaki kami yang bermukim di wonosobo. selesai sudah perjalanan kami mendaki dan menuruni gunung Sumbing. Jam 11 malam kami telah sampai di kota istimewa Yogyakarta.
selasa 27 Mei 2014 , pagi ini mata masih terasa berat untuk terangkat membuka kelopak menampakan bola mata yang masih memerah. namun banyak hal yang harus dilakukan hari ini, hari yang menentukan mungkin guna kelancaran esok hari. setelah mengembalikan dome ke persewaan yang tentunya kena bayar ekstra karena lebih dari yang ditentukan. cuaca jogja begitu panas mendung seperti perasaan hati ini yang dag dig dug (terlalu lebay) sebenernya yo biasa aja sih.
persiapan membuat bahan presentasi inginnya sih sebagus mungkin tapi sudah lah dibuat apa adanya karena tubuh ini masih terasa pegal di sekujur tubuh. malam pun berlalu begitu cepat bagai burok yang melaju.
Rabu 28 Mei 2014 , pagi ini bangun lebih awal guna menyegarkan otak dan meminta ridho dari orang tua serta kelancaran dan kemudahan dari sang Pencipta Allah SWT. 9.30 pagi itu sudah sampe di kampus dengan berbagai bawaan buku yang begitu berat dan banyak, 9.45 persiapan ruangan selesai snack untuk dosen pun siap serta tak lupa snack untuk kawan kawan diluar ruangan yang mendukung tiada henti (hehe lebay) . 10.00 dan Sidang pun dimulai dipimpin Bapak Joko Purwanto dan dua penguji Bu Daimul Hasanah dan Bu Siti Fatimah. presentasi berlangsung denganpenuh gerogi dan menurut aku berantakan tapi tak apalah yang penting tetep senyum dan tenang. tanya jawab berlangsung begitu dramatis adu argument berlangsung seru dan timbal balik berargumen.
jam 12.00 pengumuman itu keluar dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam saya dinyatakan LULUS. selesai sudah perjuangan belajar untuk meraih gelar Sarjana dan yang terpenting memperoleh ilmu yang kucari dan bertambah waktu demi waktu.

Selesai.

Mengenang Tak Selalu Menyakitkan

berjumpa lagi
bertemu lagi
meski setelah itu berpisah
tak apalah meski singkat
pertemuan ini mengembalikan kenangan di masa lalu
ya masa lalu ketika kita sering bertemu bertegur sapa
meski malu malu
komunikasi itu memang sesuai dengan kemajuan zaman
kau yang terlalu jauh menjadi semakin dekat
meski tak berjumpa langsung
dan kabarnya sekarang kau telah berbahagia dengan pilihanmu
semoga engkau berbahagia ya kawan
doakan aku juga berbahagia dengan pilihanku disini.

                                                         Yogyakarta, 17 November 2014

Tambah Pengalaman (Latihan Soal)

Sobat fisika, seperti yang dijanjikan pada postingan sebelumnya , bahwa pada postingan ini sobat fisika belajar menemukan solusi dari sebu...